Showing posts with label Militer. Show all posts
Showing posts with label Militer. Show all posts

Konflik Israel dan Palestina

Wilayah Palestina 1946-sekarang
Konflik Israel dan Palestina
Bagian dari Konflik Arab-Israel
West Bank & Gaza Map 2007 (Settlements).png
Pusat Israel sebelah Tepi Barat dan Jalur Gaza, 2007
Tanggal Awal abad 20 - hari ini
Lokasi Israel, wilayah Palestina
Hasil terus
Pihak yang terlibat

Flag of Palestine.svg
Palestinians
Flag of Israel.svg
Israelis
Proses Perdamaian
Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.
Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.


Iran Negara yang kuat



TEHERAN - Iran sepertinya siap untuk menghadapi ancaman serangan yang diarahkan kepadanya. Menurut Iran, pihaknya akan merespons setiap ancaman serangan dari pihak asing.

"Untuk saat ini, Iran memiliki pertahanan yang jauh lebih dashyat dalam sejarah. Siapa pun yang ingin menyerang negara kami, akan dihadapkan pada respons keras," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti dikutip Trend, Sabtu (28/4/2012).

Pesawat Tempur dan Kapal Induk Indonesia



2020, Indonesia Produksi Pesawat Tempur F-33
Oleh Pamudji Slamet | Rabu, 22 Desember 2010 | 7:06


JAKARTA – Indonesia menargetkan pada 2020 mampu memproduksi pesawat tempur modern F-33. Pemerintah menggandeng Korea Selatan untuk merealisasikan target tersebut.
“Saat ini, masih dalam tahap research and development. Namun, kami targetkan pada 2020, sudah bisa diproduksi,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, saat berkunjung ke kantor redaksi Suara Pembaruan, Jakarta, Selasa (21/12).

F-22 Raptor


F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen. Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.


]
Sejarah


YF-22, pesawat pengembangan yang menjadi dasar untuk pembuatan F-22.
Advanced Tactical Fighter (ATF) merupakan kontrak untuk demonstrasi dan program validasi yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk mengembangkan sebuah generasi baru pesawat tempur superioritas udara untuk menghadapi ancaman dari luar Amerika Serikat, termasuk dikembangkannya pesawat kelas Su-27 era Soviet.

Korea Utara Permudah warganya masuk militer


                               
SEOUL - Korea Utara (Korut) mempermudah warganya untuk bergabung dalam militer dengan mengurangi batas minimal tinggi badan bagi prajurit. Hal itu disebabkan karena merebaknya wabah kelaparan di negeri komunis itu. Warga Korut sendiri juga terkenal dengan tubuhnya yang cenderung pendek.

Menurut media asal Korea Selatan (Korsel), Daily NK, seorang dengan tinggi badan 142 centimeter sudah boleh bergabung ke dalam militer. Sebelumnya, batas minimal tinggi badan bagi seorang prajurit Korut adalah 145 centimeter.

Namun, tubuh bagi seorang pria berusia 16 hingga 17 tahun harus terlihat sempurna, begitu pula para prajurit perempuan. Umumnya, warga Korut memang selalu terlihat lebih pendek daripada warga Korsel. Dalam usia remaja, seorang pemuda atau pemudi Korsel dapat memiliki tinggi badan 172 centimeter.

"Banyak pria pendek yang tidak memenuhi batas minimal tinggi badan. Saat ini, militer Korut sudah menerima seseorang yang tinggi badannya lebih dari 142 centimeter," ujar sumber dari Korut, seperti dikutip AFP, Senin (2/4/2012).

Bocah-bocah Korut yang lahir pada dekade 1990 akan mengikuti program wajib militer, meski demikian, mereka kerap menderita kelaparan sepanjang hidupnya.

"Warga Korut mengatakan bahwa bocah-bocah generasi baru di negaranya terlihat lebih pendek," ujar sumber.

Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Valerie Amos juga mengatakan, bahwa satu dari dua anak Korut mengalami kekurangan gizi.(AUL)
okezone.com